“Pak, tolong pesankan Agitator bahan Stainless Steel.”
Kalimat ini seringkali menjadi awal malapetaka di sebuah proyek Wastewater Treatment Plant (WWTP). Bagi orang awam atau admin Purchasing, “Stainless Steel” adalah satu jenis logam yang anti-karat selamanya.
Mereka kemudian membandingkan harga. Vendor A menawarkan SS304 seharga Rp 10 Juta. Vendor B menawarkan SS316 seharga Rp 13 Juta. Demi penghematan, Purchasing memilih Vendor A.
Tiga bulan kemudian, Engineer lapangan berteriak: “Shaft mixer patah! Impeller-nya habis dimakan karat!”
Biaya yang keluar untuk shutdown mesin, menguras tangki, dan membeli mixer baru jauh melebihi penghematan Rp 3 juta di awal tadi.
Agar kejadian ini tidak menimpa Anda, mari kita bedah tuntas perbedaan teknis antara SS304 (Standard) dan SS316 (Marine/Acid Grade).
1. Kandungan Kimia: The Magic of Molybdenum
Secara visual, SS304 dan SS316 terlihat identik. Mengkilap, perak, dan magnet tidak menempel kuat. Perbedaannya ada pada resep kimianya:
- SS304 (The Standard): Mengandung 18% Chromium dan 8% Nickel. Ini cukup kuat untuk menahan oksidasi air biasa dan udara lembab.
- SS316 (The Upgrade): Mengandung Chromium, Nickel, DAN tambahan 2% – 3% Molybdenum.
Unsur Molybdenum inilah yang membuat SS316 menjadi “Super”. Ia memberikan ketahanan ekstra terhadap serangan Klorida (Chloride) dan Asam.
2. Kapan Cukup Pakai SS304?
Anda tidak perlu membuang uang membeli SS316 jika aplikasi Anda hanya:
- Tangki Air Baku (Raw Water): Air sungai atau air sumur standar.
- Dissolving Tank: Melarutkan Polimer, Gula, atau Tepung.
- Netralisasi Ringan: pH air limbah di kisaran 6 – 8.
Untuk aplikasi ini, Agitator SS304 buatan Nida Tirta sudah sangat mumpuni dan awet bertahun-tahun.
3. Kapan WAJIB Upgrade ke SS316?
Jangan berkompromi (Haram pakai SS304) jika Anda berhadapan dengan:
- Air Laut / Payau (Salinity): Kandungan garam (klorida) akan memakan SS304 lewat proses Pitting Corrosion (bintik-bintik lubang jarum).
- Bahan Kimia Korosif: Asam Sulfat encer, Asam Fosfat, atau Larutan Kaporit (Klorin).
- Industri Farmasi/Makanan: Standar sanitasi (GMP) biasanya mewajibkan SS316L karena lebih higienis dan tahan proses pencucian kimia (CIP Cleaning).
- Suhu Tinggi: Jika cairan panas > 60°C, laju korosi meningkat drastis. SS316 lebih tahan panas dibanding SS304.
Solusi Fabrikasi Nida Tirta: Solid Bar vs Hollow Pipe
Selain masalah Grade Material (304 vs 316), ada satu lagi rahasia dagang yang jarang diketahui Purchasing.
Banyak produsen mixer murah menggunakan Pipa Kosong (Hollow Pipe) sebagai as/shaft agitator untuk menekan biaya material.
- Resiko: Jika ada lubang jarum sedikit saja pada las-lasan, cairan kimia akan masuk ke dalam pipa. Karat akan menggerogoti dari dalam. Tiba-tiba shaft patah begitu saja.
Di PT. Nida Tirta Utama, standar kami berbeda:
- Solid Bar Construction: Shaft kami dibubut dari besi as pejal (padat). Bukan pipa. Kekuatan mekanisnya 3x lipat lebih kuat.
- Mill Certificate: Kami bisa menyertakan sertifikat material dari pabrik peleburan baja jika diminta, untuk membuktikan bahwa SS316 yang Anda beli adalah murni SS316, bukan banci.
- Lining Option: Untuk kimia yang sangat ganas (seperti HCL pekat atau H2SO4 98%) dimana SS316 pun tidak kuat, kami menyediakan opsi Shaft Rubber Lining atau PE Coating.
Kesimpulan untuk Purchasing: Selisih harga SS316 memang lebih mahal 20-30% dibanding SS304. Tapi jika cairan di pabrik Anda mengandung Garam atau Asam, biaya “Upgrade” ini adalah asuransi termurah yang bisa Anda beli.
Ragu menentukan jenis material untuk cairan limbah Anda? Kirimkan Data Sheet (MSDS) cairan kimia Anda ke WhatsApp kami. Tim Engineering Nida Tirta akan merekomendasikan material yang tepat: Apakah cukup SS304, Wajib SS316, atau harus Coating.




