Pernahkah Anda masuk ke ruang Dosing Pump dan mendengar suara hentakan berirama: “Jedug… Jedug… Jedug…”? Atau melihat pipa PVC injeksi kimia Anda bergetar hebat mengikuti irama pompa?
Banyak operator menganggap ini “biasa” karena pompa dosing memang kerjanya maju-mundur (reciprocating). Tapi bagi Engineer yang paham hidrolika, getaran ini adalah musuh yang perlahan menghancurkan sistem.
Jika dibiarkan, getaran ini menyebabkan:
- Fatigue Failure: Sambungan lem PVC atau drat akan retak rambut.
- Loosening: Baut-baut flange atau bracket penyangga pipa menjadi kendor.
- Instrument Error: Flowmeter dan Pressure Gauge jarumnya bergoyang liar, sulit dibaca dan cepat rusak.
Solusinya bukan dengan mengikat pipa pakai kawat atau menambah klem besi, melainkan menangani akar masalahnya menggunakan alat bernama Pulsation Dampener.
Mengapa Pipa Bisa Bergetar? (The Physics)
Pompa Dosing (Metering Pump) bekerja dengan sistem Diafragma atau Plunger. Karakter alirannya Tidak Kontinu (Sinusoidal).
- Saat Stroke Maju: Cairan ditembakkan dengan kecepatan tinggi.
- Saat Stroke Mundur: Aliran berhenti total (0 liter/menit).
Perubahan kecepatan dari 0 ke Maksimum dalam hitungan milidetik ini menciptakan Acceleration Head Loss atau kejutan tekanan. Inilah yang membuat pipa Anda seolah-olah “dipukul” dari dalam.
Solusi Engineering: The “Shock Absorber”
Pulsation Dampener (atau sering disebut Accumulator) adalah tabung yang berisi kantung udara/gas bertekanan. Alat ini dipasang di jalur keluar (discharge) pompa.
Cara Kerjanya:
- Saat pompa menembakkan cairan (Puncak Tekanan), Dampener akan menyerap kelebihan cairan tersebut masuk ke dalam tabung.
- Saat pompa menarik cairan (Lembah Tekanan/Aliran berhenti), Dampener akan melepaskan cairan yang disimpan tadi ke pipa.
Hasilnya: Aliran yang tadinya “Putus-Nyambung” dan kasar, berubah menjadi Linear (Lurus/Rata) dan halus. Getaran pipa hilang seketika hingga 90%.
Keuntungan Finansial untuk Purchasing
Bagi Purchasing, mungkin alat ini terlihat sebagai “biaya tambahan”. Tapi mari kita lihat penghematan jangka panjangnya:
- Mencegah Kebocoran Pipa Kimia: Biaya mengganti pipa PVC yang pecah mungkin murah. Tapi biaya Stop Produksi saat perbaikan dan biaya Pembersihan Tumpahan Kimia berbahaya (B3) jauh lebih mahal. Pulsation Dampener adalah asuransi anti-bocor.
- Memperpanjang Umur Pompa & Instrumen: Tanpa dampener, Check Valve pompa bekerja sangat keras menahan hentakan balik (Backpressure). Dengan aliran yang mulus, beban kerja klep pompa menjadi ringan. Flowmeter dan Pressure Gauge juga menjadi awet karena tidak “dikocok” terus menerus.
- Akurasi Dosing Meningkat: Jika Anda menyuntikkan bahan kimia ke jalur pipa utama (Main Pipe) yang bertekanan, aliran yang halus memastikan pencampuran lebih cepat rata dibandingkan aliran yang menyentak-nyentak.
Tips Memilih Pulsation Dampener (Jangan Asal Beli!)
Di PT. Nida Tirta Utama, kami sering menemukan kasus dampener yang tidak berfungsi karena salah ukuran. Berikut panduannya:
1. Sizing Volume (Wajib Hitung!) Ukuran Dampener harus minimal 20x – 25x Volume Stroke (Kapasitas per tembakan) pompa Anda.
- Contoh: Jika pompa Anda menembakkan 10 ml per stroke, maka Anda butuh dampener volume minimal 200 ml – 250 ml.
- Kesalahan: Beli dampener kekecilan tidak akan ada efeknya.
2. Material Diafragma (Compatibility) Di dalam tabung dampener ada balon karet. Pastikan materialnya sesuai cairan kimia Anda.
- EPDM: Untuk cairan basa (Caustic Soda), PAC.
- PTFE (Teflon): Untuk asam keras (H2SO4, HCL) dan solvent.
- Viton: Untuk klorin/kaporit dosis tinggi.
3. Pre-Charge Pressure (Setting Angin) Dampener harus diisi angin (Nitrogen/Udara Kompresor) sebelum dipakai.
- Aturan Jempol: Isi tekanan angin sebesar 80% dari Tekanan Operasi Pipa.
- Jika pipa tekanannya 5 Bar, isi angin dampener di 4 Bar.
Kesimpulan: Hentikan suara berisik dan getaran di ruang dosing Anda. Ciptakan lingkungan kerja yang aman dan sistem perpipaan yang awet.



