Mengapa Pembacaan Rotameter Tidak Stabil? Cek 3 Penyebab Utamanya

Pernahkah Anda mengalami situasi di mana pelampung (float) pada Rotameter bergerak naik-turun secara ekstrem (bouncing/hunting)? Masalah ini tentu menjengkelkan. Selain membuat pusing kepala operator, data debit air (flow rate) yang dicatat menjadi tidak akurat.

Rotameter atau Variable Area Flowmeter sebenarnya adalah alat ukur yang sangat tangguh dan minim perawatan. Namun, alat ini sangat sensitif terhadap perubahan profil aliran fluida. Jika jarum atau pelampung tidak mau “diam”, biasanya bukan alatnya yang rusak, melainkan ada kondisi instalasi yang kurang ideal.

Berikut adalah 3 penyebab utama mengapa pembacaan Rotameter Anda tidak stabil dan cara mengatasinya.

1. Turbulensi Aliran (Kurangnya Jarak Straight Run)

Ini adalah penyebab paling umum. Rotameter membutuhkan aliran yang laminer (tenang) agar pelampung bisa terangkat stabil sesuai hukum hidrolika.

Jika Anda memasang Rotameter tepat setelah belokan pipa (elbow), katup (valve), atau pompa, air yang masuk ke dalam tabung kaca/plastik akan berputar (turbulen). Akibatnya, pelampung akan terpental-pental.

  • Solusi: Pastikan Anda mengikuti aturan instalasi standar, yaitu menyediakan pipa lurus (straight run) minimal 10x Diameter Pipa sebelum inlet (upstream) dan 5x Diameter Pipa setelah outlet (downstream). Jarak ini memberikan waktu bagi air untuk kembali tenang sebelum masuk ke alat ukur.

2. Udara Terjebak (Trapped Air) atau Kavitasi

Rotameter cairan didesain hanya untuk mengukur cairan penuh (full pipe). Jika ada gelembung udara yang lewat, densitas fluida akan berubah drastis dalam hitungan detik.

Karena udara jauh lebih ringan daripada air, saat gelembung melewati pelampung, gaya angkatnya akan melonjak tiba-tiba, menyebabkan pelampung “melompat”. Ini sering terjadi jika posisi Rotameter ada di jalur hisap (suction) pompa yang bocor, atau jika instalasi pipa menurun sehingga air tidak mengisi penuh pipa.

  • Solusi: Pastikan tidak ada kebocoran di jalur hisap. Jika memungkinkan, pasang Air Release Valve (buangan angin) sebelum flowmeter untuk membuang udara yang terjebak.

3. Kesalahan Pemilihan Range (Improper Sizing)

Seringkali purchasing membeli Rotameter hanya berdasarkan ukuran pipa (misal: “Beli Rotameter 2 inch”), tanpa melihat kapasitas debit (flow range).

Jika debit aktual pabrik Anda berada di batas paling bawah (bottom range) atau batas paling atas (max range) dari kapasitas alat, pelampung akan cenderung tidak stabil. Pelampung paling stabil berada di area bacaan 50% – 80% dari skala.

  • Solusi: Cek kembali spesifikasi debit pompa Anda. Jangan memaksakan rotameter kapasitas besar untuk aliran kecil, karena pelampung akan cenderung bergetar di dasar skala.

Solusi dari PT. Nida Tirta Utama

Jika Rotameter lama Anda sudah buram, retak, atau salah spesifikasi, PT. Nida Tirta Utama menyediakan berbagai opsi pengganti yang presisi:

  1. Rotameter LZS Series (Plastic Tube): Solusi ekonomis dan tahan banting (anti-pecah). Cocok untuk aplikasi Water Treatment standar, air limbah, dan kimia ringan. Koneksi tersedia tipe socket (lem) maupun drat.
  2. Rotameter LZB/FA Series (Glass Tube): Menggunakan tabung kaca borosilikat dengan pelampung Stainless Steel. Pilihan terbaik untuk suhu tinggi, tekanan tinggi, atau aplikasi yang membutuhkan akurasi lebih detail.

Jangan biarkan data flow rate Anda kacau. Konsultasikan kebutuhan dimensi dan kapasitas flowmeter Anda kepada tim kami agar mendapatkan unit yang tepat sasaran.

Butuh bantuan memilih Rotameter?

Scroll to Top