Dalam desain Water Treatment Plant (WTP), pemilihan material Chemical Storage Tank seringkali dianggap sepele. Purchasing cenderung memilih Fiberglass (FRP) karena persepsi kuno bahwa “Fiber pasti lebih kuat dari Plastik”.
Namun, fakta di lapangan sering berkata lain. Tangki FRP yang kaku sering mengalami retak rambut (hairline crack) setelah 2-3 tahun pemakaian, menyebabkan kebocoran bahan kimia berbahaya seperti Asam Sulfat (H2SO4) atau Caustic Soda (NaOH).
Mengapa ini terjadi? Dan mengapa standar industri modern mulai beralih ke material LLDPE (Linear Low-Density Polyethylene) buatan Nida Tirta? Berikut analisis teknis perbandingannya.
1. Kelemahan Struktural FRP (Fiberglass Reinforced Plastic)
FRP memang material yang sangat kuat secara mekanis (High Tensile Strength). Namun, untuk penyimpanan bahan kimia cair, ia memiliki dua kelemahan fatal:
- Sambungan (Seams): Tangki FRP biasanya dibuat dengan menyambung beberapa panel atau hand lay-up. Sambungan ini adalah titik terlemah. Tekanan hidrostatik cairan terus-menerus menekan sambungan ini.
- Sifat Getas (Brittle): FRP bersifat kaku. Saat tangki diisi penuh, dinding tangki akan sedikit mengembang. Karena FRP tidak elastis, siklus isi-kosong ini menyebabkan micro-cracking (retak mikroskopis) pada lapisan resin dalam. Cairan kimia kemudian merembes masuk ke serat kaca (wicking), menyebabkan delaminasi dan kebocoran.
2. Solusi LLDPE: Teknologi Rotomolding (Seamless)
Tangki kimia Nida Tirta dibuat menggunakan material LLDPE dengan proses Rotational Molding (Rotomolding).
Apa keunggulan teknisnya bagi Engineer?
- 100% Seamless (Tanpa Sambungan):Tangki ini dicetak utuh dari bawah sampai atas dalam satu kali proses pemanasan putar. Tidak ada las-lasan, tidak ada lem, tidak ada sambungan.Benefit: Risiko kebocoran di titik sambungan adalah NOL.
- Elastisitas Tinggi (Stress Crack Resistance):LLDPE memiliki struktur molekul yang fleksibel. Saat diisi cairan kimia berat (seperti H2SO4 dengan Berat Jenis 1.8), dinding tangki mampu “bernapas” (sedikit memuai) tanpa retak. Ia menyerap hoop stress dengan sangat baik.
- Chemical Resistance Superior:Polyethylene secara alami inert (tidak bereaksi) terhadap asam kuat, basa kuat, dan oksidator. Berbeda dengan resin FRP yang bisa tergerus jika salah pilih jenis resin (Orthophthalic vs Vinyl Ester).
Tabel Perbandingan: PE vs FRP untuk Purchasing
| Fitur | Tangki FRP (Fiberglass) | Tangki LLDPE Nida Tirta (Polyethylene) |
| Konstruksi | Ada Sambungan (Seamed) | Utuh Tanpa Sambungan (Seamless) |
| Ketahanan Fisik | Keras tapi Getas (Mudah Retak) | Liat & Elastis (Anti-Pecah) |
| Ketahanan Kimia | Tergantung jenis Resin | Excellent (HCL, NaOH, PAC, Chlorine) |
| Food Grade | Jarang (Bau Resin menyengat) | Yes (Sertifikasi FDA – Aman untuk Makanan) |
| Maintenance | Butuh pelapisan ulang (re-coating) | Zero Maintenance |
| Harga | Mahal ($$$) | Ekonomis ($) |
Kapan Anda Harus Menggunakan Tangki LLDPE Nida Tirta?
Kami merekomendasikan penggunaan tangki LLDPE kami untuk aplikasi berikut:
- Dosing Tank WTP:Penyimpanan koagulan (PAC/Tawas), flokulan (Polimer), dan desinfektan (Kaporit). Dinding dalam tangki yang licin membuat endapan kimia tidak mudah menempel, sehingga mudah dibersihkan (flushing).
- Penyimpanan Asam & Basa:HCL 32%, H2SO4 < 80%, NaOH 48%. Material LLDPE kami sudah diberi UV Stabilizer, sehingga aman diletakkan di area outdoor tanpa menjadi rapuh terkena matahari.
- Industri Makanan & Minuman:Karena LLDPE Nida Tirta bersertifikat Food Grade, tangki ini aman digunakan untuk menyimpan air bersih, sirup, atau bahan pangan cair lainnya tanpa kontaminasi bau plastik/resin.
Kesimpulan:
Jika tekanan operasional Anda adalah atmosferik (bukan tangki bertekanan tinggi), Tangki LLDPE adalah pilihan yang jauh lebih cerdas daripada FRP. Lebih aman, lebih awet, dan jauh lebih hemat biaya.
Sedang mencari tangki kimia yang pas untuk Dosing Pump Anda?
Kami menyediakan Tangki LLDPE kapasitas 50 Liter hingga 5.000 Liter dengan dudukan (flat bottom) yang kompatibel dengan Agitator dan Dosing Pump.




