Bagi operator WTP, tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada melihat cairan kimia menetes bocor dari Head pompa dosing.
Diagnosanya hampir selalu pasti: Diaphragm (Membran) Pecah.
Membran adalah komponen “Jantung” dari pompa dosing. Ia bergerak maju-mundur (flexing) jutaan kali untuk memompa cairan. Wajar jika ia adalah consumable part yang harus diganti berkala.
Namun, jika membran Anda pecah setiap 1-2 bulan sekali, itu TIDAK WAJAR. Itu adalah indikasi adanya kesalahan sistem atau kualitas sparepart yang buruk.
Bagi Purchasing, ini berarti pemborosan budget maintenance. Bagi Engineer, ini berarti risiko downtime produksi. Mari kita bedah penyebabnya secara teknis.
1. Penyebab Teknis: Overpressure (Tekanan Berlebih)
Ini adalah pembunuh nomor satu. Setiap pompa memiliki Max Pressure Rating (misal: 10 Bar).
- Skenario: Pipa discharge mampet (kristalisasi kaporit) atau operator tidak sengaja menutup ball valve saat pompa menyala.
- Akibat: Tekanan di dalam head pompa melonjak drastis melebihi 10 Bar. Karena cairan tidak bisa dikompresi, tekanan ini mencari titik terlemah untuk keluar. Titik terlemah itu adalah Membran. Duarr! Membran sobek seketika.
- Solusi: Pasang Safety Relief Valve (SRV) di jalur keluar. Alat murah ini akan membuang tekanan berlebih kembali ke tangki, menyelamatkan nyawa membran Anda.
2. Penyebab Teknis: Chemical Attack (Salah Material)
Purchasing seringkali membeli Sparepart Kit berdasarkan harga termurah, tanpa melihat material.
- EPDM: Bagus untuk cairan basa (Caustic Soda, PAC). Tapi akan meleleh/bengkak jika terkena Minyak atau Solvent.
- Viton: Bagus untuk asam, tapi hancur jika terkena Ketone.
- PTFE (Teflon): Material paling tahan kimia (Universal), tapi kurang elastis dibanding karet.
Jika Anda memompa Solvent menggunakan membran EPDM, membran tersebut akan melunak seperti bubur dalam hitungan minggu.
3. Penyebab Teknis: Fatigue (Kelelahan Material)
Pompa dosing murah sering menggunakan membran karet biasa. Pada frekuensi tinggi (misal 100 stroke/menit), karet akan mengalami kelelahan (fatigue crack) di area lipatan.
- Solusi: Gunakan membran tipe “Composite” atau “PTFE-Faced”. Bagian depannya Teflon (tahan kimia), bagian belakangnya karet sintetis (elastisitas tinggi). Ini adalah standar sparepart yang disediakan Nida Tirta.
Tips Cerdas untuk Purchasing: “The Sparepart Availability Rule”
Saat Anda diminta membeli Pompa Dosing baru, jangan hanya melihat harga unitnya. Tanyakan satu hal krusial ini kepada vendor:
“Apakah Anda punya stok Sparepart (Diaphragm, Check Valve, Seal) di Jakarta?”
Banyak pompa murah buatan antah-berantah dijual dengan harga miring. Tapi saat membrannya putus 6 bulan kemudian, vendor bilang: “Maaf Pak, sparepart harus indent 3 bulan dari luar negeri.”
Akibatnya? Pompa tersebut jadi rongsokan. Anda terpaksa beli pompa baru lagi. Biaya total jadi 2x lipat.
Solusi Nida Tirta: Ready Stock & High Durability
Di PT. Nida Tirta Utama, kami memahami urgensi operasional Anda.
- Stok Sparepart Terjamin: Untuk setiap merk/tipe dosing pump yang kami jual, kami menjamin ketersediaan Replacement Kit (Diaphragm, Valve Balls, O-Rings). Tidak perlu menunggu impor.
- Material Upgrade: Kami menyediakan membran dengan lapisan PTFE (Teflon) High Grade. Lebih licin, lebih tahan kimia, dan umur pakainya 2-3x lebih lama dibanding membran karet standar bawaan pabrik.
- Layanan Servis: Ragu mengganti sendiri? Kirimkan pompa Anda ke workshop kami. Teknisi kami akan membersihkan kerak kimia, mengganti seal yang bocor, dan melakukan Pressure Test sebelum dikembalikan.
Kesimpulan: Membran pecah itu wajar jika setahun sekali. Jika sebulan sekali, ada yang salah. Pastikan Anda membeli pompa dari vendor yang mengerti teknis dan punya stok sparepart, bukan sekadar penjual putus.
Pompa dosing Anda bocor atau mati total? Fotokan Nameplate pompa Anda ke WhatsApp kami. Kami cek stok sparepart-nya sekarang.


