Cara Menghitung Power Agitator yang Tepat: Rumus Viskositas & SG agar Pabrik Tidak ‘Boncos’ Listrik

Dalam proyek pembuatan tangki baru, seringkali terjadi percakapan seperti ini:

Purchasing: “Pak Engineer, untuk tangki kimia baru ini butuh Agitator berapa HP?”

Engineer: “Samain aja kayak tangki sebelah, beli yang 5.5 kW (7.5 HP) biar aman.”

Kalimat “Biar Aman” (Main Safety) inilah yang seringkali membunuh efisiensi pabrik.

Jika ternyata beban aktual cairan hanya membutuhkan 2 kW, tapi Anda memasang motor 5.5 kW, maka perusahaan Anda membuang energi listrik sia-sia setiap jam, setiap hari, selama 10 tahun ke depan. Ini disebut Over-Design.

Sebaliknya, jika cairan yang diaduk ternyata lebih kental (viskositas tinggi), motor “copy-paste” tadi bisa terbakar dalam hitungan menit (Under-Design).

Bagi Purchasing, penting untuk menantang Engineer Anda: “Apakah angka 5.5 kW itu hasil hitungan atau cuma tebakan?”

Berikut adalah 3 variabel fisika yang wajib dihitung sebelum membeli Mixer Agitator.

1. Specific Gravity (Berat Jenis)

Ini adalah rasio berat cairan dibandingkan air.

  • Air Murni: SG = 1.0
  • Asam Sulfat (98%): SG = 1.84 (Hampir 2x lebih berat dari air)

Hukum Fisika:

“Power (Daya) berbanding lurus dengan Berat Jenis.”

Jika agitator 1 HP cukup untuk mengaduk Air, maka untuk mengaduk Asam Sulfat dengan volume dan kecepatan yang sama, Anda butuh:

1 HP X 1.84 = 1.84 HP (Dibulatkan jadi motor 2 HP).

Kesalahan Fatal: Menggunakan motor spek air untuk kimia berat. Akibatnya motor panas (overheat) dan trip.

2. Viskositas (Kekentalan)

Ini adalah resistensi cairan untuk mengalir.

  • Air: 1 cPs (Centipoise)
  • Oli: 100 – 500 cPs
  • Polimer/Lumpur: > 1.000 cPs

Hukum Fisika:

Viskositas mempengaruhi Reynolds Number (NRe).

  • Pada aliran encer (Turbulen), viskositas tidak terlalu berpengaruh pada Power.
  • Pada aliran kental (Laminer), sedikit saja kenaikan viskositas akan melipatgandakan kebutuhan Torsi.

Kesalahan Fatal: Menganggap Polimer sama dengan Air. Motor Direct Drive (High Speed) dipaksa mengaduk cairan kental 1.000 cPs. Motor pasti terbakar. Untuk viskositas tinggi, WAJIB pakai Gearbox untuk melipatgandakan Torsi.

3. Jenis Impeller (Power Number / Np)

Bentuk baling-baling menentukan seberapa berat beban motor.

  • Marine Propeller: Hemat energi, Np rendah (0.3 – 0.5).
  • Flat Blade Turbine: Boros energi, Np tinggi (3.0 – 5.0).

Mengganti jenis impeller dari Propeller ke Turbine tanpa mengganti motor bisa membuat Ampere melonjak 10x lipat!


Studi Kasus: Penghematan Ratusan Juta

Mari kita lihat contoh nyata dari klien Nida Tirta.

Klien ingin mengaduk tangki air limbah 10.000 Liter.

  • Hitungan Awal Klien (Tebakan): Minta Motor 10 HP (7.5 kW).
  • Hitungan Engineering Nida Tirta:
    • SG = 1.0 (Air Limbah encer).
    • Viskositas = 1 cPs.
    • Kami mendesain impeller Hydrofoil khusus yang efisien.
    • Hasil Hitungan: Hanya butuh Power Absorbed 2.8 kW.
  • Solusi Kami: Kami suplai motor 4 kW (5.5 HP). (Masih ada safety factor, tapi jauh lebih hemat).

Hasil untuk Purchasing:

Selisih 7.5 kW vs 4 kW = Hemat 3.5 kW per jam.

Jika nyala 24 jam/hari:

3.5 kW X 24jam X Rp 1.500/kWh = Rp 126.000, Per~hari

Dalam setahun = Hemat Rp 45 Juta hanya dari satu tangki!


Kesimpulan: Stop Guessing, Start Calculating

Di PT. Nida Tirta Utama, kami menggunakan Software Sizing Agitator profesional. Kami tidak menebak.

Saat Anda minta penawaran, kami akan tanya:

  1. Apa cairannya? (Untuk tahu SG & Viskositas)
  2. Berapa dimensi tangkinya? (Untuk tahu Volume)
  3. Apa tujuannya? (Larut, Suspensi, atau Emulsi?)

Dari data itu, kami akan berikan motor yang Pas. Tidak kebesaran (boros listrik), dan tidak kekecilan (motor jebol).

Ingin dihitungkan kebutuhan motor mixer Anda secara GRATIS?

Isi form data tangki Anda dan kirim ke WhatsApp Engineering kami.

Scroll to Top