Angka Conductivity Drop Tiba-Tiba pada Sistem RO? Ini 3 Penyebab & Solusinya

Bagi Engineer yang mengoperasikan sistem Reverse Osmosis (RO) atau Demineralization Plant, parameter Conductivity (Daya Hantar Listrik) adalah indikator nyawa.

Jika angka Conductivity pada air Permeate tiba-tiba naik, artinya membran mungkin jebol. Tapi bagaimana jika angkanya tiba-tiba drop drastis (bahkan menyentuh nol) atau berfluktuasi liar naik-turun?

Kepanikan sering terjadi. Operator menuduh sistem RO gagal, lalu stop production. Padahal, 90% kasus seperti ini bukan disebabkan oleh kerusakan membran, melainkan kesalahan pembacaan pada sensor/instrumen.

Jika Anda mengalami reading yang “ngaco”, jangan buru-buru ganti membran mahal Anda. Cek 3 penyebab teknis berikut ini.

1. Fenomena Gelembung Udara (Air Entrapment)

Ini adalah musuh utama sensor konduktivitas. Prinsip kerja sensor adalah mengalirkan arus listrik antar elektroda logam. Udara adalah isolator (penghambat listrik).

Jika ada gelembung udara yang terjebak di dalam celah sensor (cell), arus listrik akan terputus. Akibatnya, Controller akan membaca hambatan tinggi, yang diterjemahkan sebagai Conductivity rendah (mendekati 0 $\mu S/cm$).

  • Penyebab: Instalasi sensor yang salah. Memasang sensor tegak lurus dari atas pipa horizontal, atau memasang di pipa yang tidak terisi penuh (not full pipe).
  • Solusi Engineering:
    • Ubah posisi mounting sensor. Pasang sensor dengan posisi miring (Angle 45°) atau dari samping pipa, bukan tegak lurus dari atas, agar gelembung udara bisa lewat dan tidak terperangkap di elektroda.
    • Pastikan sensor terpasang di jalur pipa yang memiliki backpressure positif agar pipa selalu penuh air.

2. Kesalahan Pemilihan ‘Cell Constant’ (K)

Banyak tim Purchasing atau teknisi junior membeli sensor hanya berdasarkan harga, tanpa melihat spesifikasi Cell Constant (K).

  • K = 1.0 cm⁻¹: Standar untuk air baku (Raw Water) atau air limbah.
  • K = 0.01 / 0.1 cm⁻¹: Wajib untuk Ultrapure Water atau RO Permeate (Conductivity < 20 $\mu S/cm$).

Jika Anda mengukur air murni RO menggunakan sensor dengan K=1.0, pembacaan di angka rendah akan sangat tidak stabil dan tidak presisi. Sebaliknya, mengukur air limbah pakai K=0.1 akan menyebabkan Over Range.

  • Solusi: Cek label di kabel sensor Anda. Pastikan sesuai dengan aplikasi airnya.

3. Interferensi Sinyal (Electrical Noise)

Di area pabrik, kabel sensor sering ditarik berdekatan dengan kabel power pompa High Voltage atau kabel Inverter (VSD). Induksi elektromagnetik dari kabel power bisa “meracuni” sinyal lemah dari sensor konduktivitas.

  • Gejala: Angka di layar melompat-lompat (jumping) setiap kali pompa utama menyala.
  • Solusi: Gunakan kabel sensor tipe Shielded dan pisahkan jalurnya dari kabel power (gunakan conduit terpisah). Atau, gunakan Controller yang memiliki fitur Isolated Output.

Upgrade Solusi: CCT-3300 Series (All-in-One Controller)

Jika alat lama Anda sering bermasalah, PT. Nida Tirta Utama merekomendasikan penggantian ke unit CCT-3300 Series.

Mengapa alat ini menjadi favorit Engineer dan disukai bagian Purchasing?

  1. 3-in-1 Multi-Parameter (Hemat Biaya):Satu unit CCT-3300 bisa disetting untuk membaca Conductivity ($\mu S/cm$), Resistivity ($M\Omega\cdot cm$), atau TDS (ppm). Purchasing tidak perlu stok 3 jenis alat berbeda. Cukup satu alat untuk berbagai kebutuhan pabrik.
  2. Wide Range Compatibility:Mendukung semua jenis Cell Constant (0.01, 0.1, 1.0, hingga 10.0). Fitur Intelligent Automatic Range memastikan alat berpindah skala secara otomatis dari $\mu S$ ke $mS$ tanpa perlu diputar manual.
  3. Signal Isolation (Anti-Noise):Dilengkapi dengan Isolated 4-20mA Output. Artinya, sinyal yang dikirim ke PLC/SCADA sudah “dibersihkan” dari gangguan listrik pompa. Data yang terekam di ruang kontrol dijamin akurat.

Kesimpulan:

Jangan biarkan sensor yang “masuk angin” atau salah spesifikasi mengganggu produksi air murni Anda. Pastikan instalasi benar dan alat yang digunakan sesuai standar industri.

Bingung menentukan Cell Constant (K) yang tepat untuk pabrik Anda?

Konsultasikan kualitas air Anda kepada kami, tim Nida Tirta akan membantu memilihkan sensor yang tepat.

Scroll to Top