Pipa Dosing Pump Sering Pecah atau Membran Jebol? Anda Mungkin Lupa Memasang Safety Relief Valve!

Dalam sistem instalasi pompa dosing (metering pump), ada satu komponen kecil yang seringkali dicoret dari daftar belanja oleh bagian Purchasing karena dianggap hanya “tambahan”. Komponen itu adalah Safety Relief Valve (SRV).

Padahal, bagi seorang Engineer, mengoperasikan pompa dosing tanpa SRV ibarat mengendarai mobil tanpa sabuk pengaman dan rem darurat. Anda mungkin merasa aman saat jalanan lancar, tapi saat terjadi hambatan mendadak, kerusakan fatal tidak bisa dihindari.

Mengapa SRV begitu krusial dan bagaimana ia menyelamatkan aset pabrik Anda? Mari kita bedah teknisnya.

1. Bahaya Tersembunyi: Tekanan Terkurung (Blocked Discharge)

Pompa dosing tipe diafragma adalah pompa positive displacement. Artinya, pompa ini akan terus mendorong cairan keluar tidak peduli seberapa tinggi hambatan di depannya.

Bayangkan jika:

  • Operator lupa membuka ball valve di ujung pipa.
  • Pipa injeksi mampet karena kristalisasi bahan kimia (seperti kaporit atau kapur).
  • Ada benda asing yang menyumbat jalur discharge.

Saat aliran buntu, tekanan di dalam pipa akan naik secara eksponensial dalam hitungan detik. Jika tekanan maksimum pompa adalah 10 Bar, namun pipa buntu, tekanan bisa melonjak hingga 20-30 Bar. Hasilnya: Pipa PVC pecah, sambungan bocor, atau yang paling sering—Membran Pompa Robek.

2. Solusi Engineering: SRV Sebagai “Sekring” Hidrolik

Safety Relief Valve (SRV) bekerja persis seperti sekring pada listrik. Ia adalah katup pengaman yang disetting pada tekanan tertentu (misal 10% di atas tekanan kerja).

Cara Kerjanya:

  1. SRV dipasang di jalur discharge pompa menggunakan koneksi T-junction. Jalur buangnya dikembalikan lagi ke tangki kimia (return to tank).
  2. Selama tekanan pipa normal, katup SRV tetap tertutup rapat.
  3. Begitu terjadi sumbatan dan tekanan naik melebihi batas setting (misal 11 Bar), pegas di dalam SRV akan terbuka. Cairan kimia akan “dibuang” kembali ke tangki secara otomatis.
  4. Tekanan di pipa utama turun kembali ke batas aman. Pompa dan pipa pun selamat dari kerusakan.

Analisis ROI untuk Purchasing: Biaya SRV vs Biaya Kerusakan

Bagi Purchasing, mari bandingkan investasi ini secara jujur:

  • Skenario Tanpa SRV:
    • Harga SRV: Rp 0 (Hemat di awal).
    • Kejadian: Pipa mampet -> Membran Pecah + Pipa PVC Retak + Cairan Kimia Tumpah ke Lantai (B3).
    • Kerugian: Ganti Membran (Rp 1-2 Juta) + Ganti Pipa + Biaya Cleaning B3 + Downtime Produksi (Bisa puluhan juta).
  • Skenario Dengan SRV Nida Tirta:
    • Harga SRV: Investasi awal yang terjangkau.
    • Kejadian: Pipa mampet -> SRV terbuka -> Cairan balik ke tangki aman.
    • Kerugian: NOL. Operator hanya perlu membersihkan sumbatan di pipa tanpa ada sparepart yang harus diganti.

Perbedaan Penting: Relief Valve vs Backpressure Valve

Sering terjadi kesalahan pembelian karena bentuknya mirip.

  • Backpressure Valve (BPV): Dipasang seri (sejalur) untuk menciptakan tekanan lawan agar dosing akurat.
  • Safety Relief Valve (SRV): Dipasang paralel (cabang) hanya untuk pengaman darurat.

Karena bersentuhan langsung dengan kimia murni, pilihan material tahan korosi:

  • PVC/UPVC: Untuk kaporit, asam ringan.
  • PVDF/Teflon: Untuk asam pekat (H2SO4 98%) dan suhu tinggi.
  • Diaphragm PTFE: Menjamin katup tidak lengket dan selalu siap bekerja saat darurat.

Kesimpulan: Jangan biarkan aset pompa dosing jutaan rupiah Anda hancur hanya karena menghemat komponen pengaman. Pastikan setiap instalasi dosing pump Anda dilengkapi dengan Safety Relief Valve.

Scroll to Top