Aerial shot of a water treatment plant showing complex industrial design.

Diffuser Aerasi Mampet & DO Rendah? Ini Penyebab Blower Cepat Panas & Solusi Membran EPDM

Dalam sistem pengolahan limbah biologis (Activated Sludge), Aerasi adalah penyedot energi listrik terbesar (bisa mencapai 60% dari total listrik IPAL).

Jantung dari sistem ini adalah Root Blower (penghasil udara) dan Fine Bubble Diffuser (pemecah udara).

Seringkali Engineer mengeluh: “Suhu Blower panas sekali (Overheat), Ampere naik, tapi nilai DO (Dissolved Oxygen) di kolam tetap rendah.” Purchasing kemudian diminta membeli Blower baru yang lebih besar.

Tunggu dulu! Jangan buru-buru beli Blower mahal. 90% masalah tersebut bukan karena blowers-nya yang rusak, melainkan karena Diffuser di dasar kolam sudah mampet (Clogging).

Mengapa diffuser mampet bisa menghancurkan efisiensi pabrik Anda? Berikut analisis teknisnya.

1. Fenomena ‘Backpressure’ Membunuh Blower

Diffuser berfungsi memecah udara menjadi gelembung halus lewat ribuan pori-pori mikro di membrannya. Seiring waktu, pori-pori ini tertutup oleh lendir bakteri (biofilm) atau endapan kapur (scaling).

Saat pori-pori tersumbat:

  • Blower harus bekerja ekstra keras untuk “meniup” udara keluar.
  • Tekanan balik (Backpressure) di pipa naik drastis.
  • Hukum Fisika: Kenaikan tekanan = Kenaikan Suhu. Inilah sebabnya body blower Anda panas sekali hingga bisa menggoreng telur.
  • Akibat Fatal: Oli blower cepat kering, bearing macet, dan motor terbakar.

2. Gelembung Kasar = Boros Listrik

Jika membran diffuser Anda kualitas rendah (karet getas), pori-pori mikro tadi akan sobek dan menyatu menjadi lubang besar.

  • Hasil: Gelembung yang keluar bukan lagi “Fine Bubble” (halus), tapi “Coarse Bubble” (kasar/besar).
  • Masalah: Gelembung besar naik ke permukaan air sangat cepat. Oksigen tidak sempat larut ke dalam air.
  • Efek: Blower menyala 24 jam, listrik bayar mahal, tapi bakteri pengurai tetap mati kekurangan oksigen.

Solusi Engineering: Kualitas Membran EPDM Nida Tirta

Tidak semua karet hitam itu sama. Banyak diffuser murah di pasaran menggunakan karet daur ulang yang kaku.

PT. Nida Tirta Utama menyediakan Disc Diffuser & Tube Diffuser dengan standar material EPDM (Ethylene Propylene Diene Monomer) kualitas premium.

Apa bedanya untuk Engineer dan Purchasing?

1. Elastisitas Tinggi (Self-Cleaning Mechanism) Membran EPDM kami sangat elastis.

  • Saat Blower nyala: Membran melar, pori-pori terbuka.
  • Saat Blower mati: Membran menyusut kembali, menutup pori-pori dengan rapat.
  • Efek: Gerakan kembang-kempis ini secara alami merontokkan kerak kotoran yang menempel. Diffuser jadi “Self-Cleaning” dan jauh lebih awet (jarang mampet).

2. Slit Technology (Pori-Pori Presisi) Lubang pada membran kami dibuat dengan teknologi Laser Cutting presisi (I-Slit). Ini menghasilkan gelembung mikro berukuran 1-3 mm yang konsisten. Transfer oksigen (OTE) menjadi sangat efisien. Anda mungkin cukup menyalakan 1 Blower saja, tidak perlu 2 Blower, karena transfer oksigennya sudah optimal.


Hitungan Hemat untuk Purchasing

Harga Diffuser Nida Tirta mungkin selisih sedikit dibanding produk “Curah” tanpa merk. Tapi mari berhitung:

  • Skenario Diffuser Murah:
    • Harga murah, tapi mampet dalam 6 bulan.
    • Blower kerja berat -> Listrik naik 10-15%.
    • Biaya ganti oli blower & ganti bearing karena overheat.
    • Biaya kuras kolam aerasi (Stop Produksi) untuk ganti diffuser setiap tahun.
  • Skenario Diffuser Nida Tirta:
    • Material EPDM awet 3-5 tahun.
    • Blower kerja ringan -> Listrik Hemat.
    • Transfer Oksigen tinggi -> Bakteri sehat, air limbah memenuhi baku mutu (Bebas Denda).

Kesimpulan: Diffuser adalah komponen termurah di sistem aerasi, tapi dampaknya paling besar. Jangan korbankan Blower ratusan juta dan tagihan listrik bulanan hanya demi menghemat harga karet diffuser.

Tersedia Varian:

  • Disc Diffuser: 8 inch, 10 inch, 12 inch (Koneksi Drat 3/4″).
  • Tube Diffuser: Panjang 500mm, 750mm, 1000mm (Koneksi Clamp/Nipple).

Scroll to Top