Dosing Kaporit Manual Sering ‘Over’ atau ‘Under’? Rahasia Kontrol Otomatis dengan Sensor ORP (Redox)

Dalam pengolahan air bersih (Water Treatment) maupun kolam renang, injeksi Klorin (Kaporit/NaOCl) adalah standar wajib untuk membunuh bakteri.

Namun, tantangan terbesarnya adalah Dosis yang Pas. Jika dosing dilakukan manual (berdasarkan perasaan operator atau timer):

  1. Under-Dosing: Klorin terlalu sedikit. Bakteri E.coli lolos. Air menjadi tidak aman.
  2. Over-Dosing: Klorin terlalu banyak. Air berbau menyengat, menyebabkan iritasi kulit/mata, dan pemborosan bahan kimia yang masif.

Banyak Engineer mencoba mengontrolnya menggunakan timer pompa. Tapi beban kotoran di air baku kan berubah-ubah? Saat hujan air keruh, saat kemarau air bening. Timer yang statis tidak bisa menjawab perubahan dinamis ini.

Solusi teknis yang paling tepat dan hemat biaya adalah menggunakan Sensor ORP (Oxidation-Reduction Potential) atau sering disebut Redox.

Apa itu ORP dan Mengapa Engineer Menyukainya?

Berbeda dengan sensor klorin (Residual Chlorine Analyzer) yang harganya puluhan juta rupiah, Sensor ORP harganya jauh lebih terjangkau namun sangat efektif.

ORP tidak mengukur “Berapa ppm klorin di air” (Kuantitas), melainkan mengukur “Seberapa kuat kemampuan air tersebut membunuh bakteri” (Kualitas/Aktivitas Oksidasi) dalam satuan milivolt (mV).

Logika Kontrolnya:

  • Air kotor / Ada Bakteri = Nilai mV Rendah (misal 200 mV).
  • Air Steril / Ada Klorin Aktif = Nilai mV Tinggi (misal 650 – 750 mV).

Dengan memasang ORP Controller, Engineer bisa membuat logika otomatis sederhana:

“Jika nilai turun di bawah 650 mV (artinya bakteri mulai banyak), nyalakan Pompa Dosing Kaporit. Jika sudah mencapai 750 mV, matikan Pompa.”

Hasilnya? Konsentrasi desinfektan selalu stabil di “Sweet Spot”, tidak peduli air baku sedang keruh atau bening.

Aplikasi Wajib ORP di Industri (Selain Air Bersih)

Bagi Purchasing, ketahuilah bahwa ORP bukan hanya untuk kaporit. Alat ini adalah Nyawa bagi industri pelapisan logam (Electroplating).

  1. Penghancuran Sianida (Cyanide Destruction): Proses oksidasi sianida dengan NaOCl harus dijaga di +300 mV hingga +600 mV. Jika kurang, racun sianida terbuang ke sungai. Jika lebih, boros bahan kimia.
  2. Reduksi Krom (Chromium Reduction): Proses mengubah Krom Heksavalen (Cr6+) yang beracun menjadi Cr3+ menggunakan SMBS pada suasana asam. Reaksi ini harus dikontrol ketat di +250 mV. Tanpa sensor ORP, reaksi ini hampir mustahil dikontrol manual.

Keuntungan Finansial untuk Purchasing

Mengapa Anda harus menyetujui pembelian ORP Controller pH/ORP-3500 dari Nida Tirta?

  1. Chemical Cost Saving (Penghematan Kimia): Sistem dosing otomatis berbasis ORP terbukti menghemat penggunaan oksidator (Kaporit/SMBS) hingga 30-40%. Pompa hanya menyala saat dibutuhkan, bukan menyala terus menerus.
  2. Compliance & Safety: Mencegah denda lingkungan akibat limbah B3 (Sianida/Krom) yang tidak terolah sempurna. Mencegah komplain pelanggan akibat air yang bau kaporit.
  3. Investasi Murah: Satu unit Controller pH/ORP-3500 harganya sangat kompetitif dibandingkan kerugian akibat satu kali insiden pencemaran.

Solusi Produk: pH/ORP-3500 (Dual Function)

Controller andalan PT. Nida Tirta Utama, seri 3500, memiliki keunggulan unik: Satu alat bisa disetting menjadi pH Meter ATAU ORP Meter.

  • Fleksibilitas: Jika hari ini Anda butuh kontrol pH, pakai alat ini. Jika besok Anda butuh kontrol ORP untuk proyek lain, alat yang sama bisa dipakai (cukup ganti sensor/probe-nya saja).
  • Sensor ORP Platinum: Probe ORP kami menggunakan ujung Platinum Band yang sangat sensitif terhadap perubahan oksidator, dengan koneksi BNC universal yang mudah diganti.

Kesimpulan: Berhentilah menebak-nebak dosis kaporit. Gunakan data ilmiah (mV) untuk menjamin sterilitas air dan efisiensi biaya.

Anda punya masalah dengan kontrol Kaporit atau Limbah Plating? Diskusikan Setpoint mV yang tepat untuk proses Anda dengan tim teknis kami.

Scroll to Top