Dalam sistem Wastewater Treatment Plant (WWTP), pH meter adalah “mata” bagi operator. Jika pembacaan pH salah, proses netralisasi kimia akan kacau. Akibatnya bisa fatal: pemborosan bahan kimia (H2SO4/Caustic), air limbah tidak memenuhi baku mutu, atau bahkan bakteri di kolam aerasi mati karena shock loading.
Seringkali, masalah muncul saat perawatan rutin. Saat sensor dicelupkan ke larutan buffer (pH 4.00 atau 7.00), angka di layar tidak mau diam (drifting), respons sangat lambat, atau muncul pesan “Error/Fail”.
Jangan buru-buru memvonis kontroler Anda rusak. 80% masalah pH meter terletak pada kondisi elektroda (probe). Berikut adalah panduan troubleshooting langkah demi langkah.
- Masalah Kontaminasi (Fouling) pada Kaca Sensor
Di lingkungan air limbah yang mengandung minyak, lemak, atau lumpur, permukaan bola kaca (glass bulb) sensor sering tertutup lapisan tipis yang tak kasat mata. Ini menghalangi pertukaran ion, membuat sensor menjadi “lemot”.
Solusi: Lakukan pembersihan kimia ringan (chemical cleaning).
* Untuk kotoran organik/minyak: Rendam ujung sensor dalam air hangat yang dicampur sabun cuci piring selama 10-15 menit.
* Untuk kerak kapur/anorganik: Rendam sebentar dalam larutan HCL encer (3-5%).
* Penting: Jangan pernah menggosok bola kaca dengan kain kasar atau tisu secara keras, karena bisa menimbulkan listrik statis yang mengacaukan pembacaan. - Larutan Buffer Sudah Terkontaminasi
Seringkali teknisi mencelupkan sensor langsung ke dalam botol induk larutan buffer. Akibatnya, sisa air dari sensor mencemari seluruh botol. Buffer pH 7.00 yang sudah terkontaminasi mungkin nilainya turun jadi 6.8, membuat proses kalibrasi gagal.
Solusi: Selalu tuang larutan buffer secukupnya ke wadah kecil terpisah setiap kali kalibrasi. Buang sisa cairan setelah dipakai. Pastikan pH Controller Anda mendukung standar buffer internasional (NIST) seperti pH/ORP-3500 kami yang kompatibel dengan 6 jenis buffer (10.00, 9.18, 7.00, 6.86, 4.00, 4.01).
- Efek Ground Loop (Interferensi Listrik)
Pernahkah Anda mengalami kejadian di mana angka pH melonjak aneh saat pompa dosing atau mixer menyala? Ini adalah gejala Electrical Noise atau Ground Loop. Arus bocor dari mesin lain merambat lewat air dan masuk ke sensor pH.
Solusi: Pastikan kabel sensor tidak lecet. Namun, solusi paling permanen adalah menggunakan pH Controller dengan fitur Isolated Output, seperti seri pH-3500 dari Nida Tirta Utama. Fitur isolasi ini memblokir gangguan sinyal listrik dari luar, menjaga pembacaan tetap stabil.
- Usia Pakai Sensor (Slope < 85%)
Sensor pH adalah barang consumable (habis pakai). Di dalam sensor terdapat cairan elektrolit (KCL) yang lama kelamaan akan habis atau jenuh. Umumnya umur sensor industri adalah 6 – 12 bulan tergantung kekerasan limbah.
Cek nilai Slope (%) di layar controller setelah kalibrasi:
* 95% – 105%: Kondisi sensor prima.
* 85% – 95%: Kondisi masih layak pakai, perlu pembersihan.
* < 85%: Sensor sudah lemah (aging). Respon lambat dan akurasi rendah. Waktunya ganti baru.
Butuh sensor pH pengganti?
Diskusikan masalah instrumentasi Anda dengan tim teknis kami.




